Pentas Hidup: July 2016

Matahari Akan Berada Tegak Di atas Kaabah Esok

Makkah: Matahari akan berada tegak di atas Kaabah esok, untuk kali kedua dan terakhir tahun ini.
Presiden Persatuan Astronomi Jeddah, Majid Abu Zahir berkata, keadaan itu akan berlaku jam 12.27 tengah hari (5.27 waktu Malaysia) selepas azan Zuhur.
Menurutnya, matahari itu akan berada di tengah-tengah kaabah tanpa sebarang bayang ketika itu.
Keadaan astronomikal itu yang dikenali sebagai Istiwa Azam akan membantu penetapan arah kiblat bagi mereka yang tinggal jauh dari Makkah.
Ia boleh dilakukan dengan mengawasi bayangan kayu yang dicacak tegak di tanah. Arah Kiblat ialah yang bertentangan dengan bayangan kayu itu.
Kali pertama matahari berada tegak di atas Kaabah tahun ini ialah pada Mei lalu. - Agensi

Alasan Konyol Biksu Wirathu Membantai Umat Muslim Rohingya ! Sebarkan Semua !!


 Mengapa Biksu Wirathu sangat benci terhadap Muslim Rohingya hingga kemudian melancarkan kampanye provokatif yang menyulut pembantaian, padahal dalam teorinya agama Budha mengajarkan kedamaian dan kasih sayang? Pria pencetus gerakan anti-Islam 969 itu berdalih, muslim Rohingnya adalah anjing gila.
Hal itu tidak disebutkan Wirathu secara sembunyi-sembunyi tetapi langsung dikatakannya dalam khutbah yang diliput media internasional, menggambarkan betapa secara terang-terangan ia memproklamirkan diri sebagai musuh Islam.
“Anda bisa berikan kebaikan dan rasa kasih, tetapi Anda tidak bisa tidur di samping anjing gila,” kata Wirathu seperti dikutip The New York Times, 21 Juni 2013. Yang dimaksud "anjing gila" oleh Wirathu adalah Muslim Rohingya sebagaimana tema khutbahnya.
Telah dua tahun pidato anti-Islam itu didengungkan Wirathu dan hingga kini ia tidak berubah. Masih memusuhi Muslim Rohingya, bahkan memprovokasi kaum Budha untuk memboikot dan membantai mereka.
Seperti dirangkum Bersamadakwah, Biksu Wirathu lahir pada 10 Juli 1968. Ashin Wirathu, nama lengkapnya. Ia yang mencetuskan gerakan ‘969’; sebuah gerakan anti-Islam yang kemudian membantai muslim Rohingya dan mengusir mereka dari tanah kelahirannya.
Catatan hitam Wirathu mencuat sejak tahun 2001. Waktu itu ia menghasut kaum Budha untuk membenci muslim. Hasilnya, kerusuhan anti-Muslim pecah pada tahun 2003. Wirathu sempat mendekam di penjara. Namun ia dibebaskan tepatnya pada tahun 2010 atas amnesti amnesti yang juga diberikan untuk ratusan tahanan politik.
Wirathu kini menjabat sebagai kepala di Biara Masoeyein Mandalay. Di kompleks luas itu Wirathu memimpin puluhan biksu dan memiliki pengaruh atas lebih dari 2.500 umat Budha di daerah tersebut. Dari basis kekuatannya itulah Wirathu memimpin gerakan anti-Islam “969”.
Entah sejak kapan Wirathu mendengungkan kampanye. Namun kampanye provokatif itu mulai meluas pada awal 2013. Ia berpidato di berbagai tempat, menyalakan kebencian kaum Budha atas umat muslim. Selain melalui pidato, gerakan 969 juga menyebar dengan cepat melalui stiker, brosur dan sebagainya. Kebencian dan anti-Islam meluas dengan cepat, berbuah pembantaian dan pengusiran Muslim Rohingya.
Ribuan muslim Rohingya dilaporkan terbunuh dalam pembantaian selama beberapa tahun terakhir. Sisanya bertahan hidup dengan keterbatasan dan ketertindasan. Ratusan orang mencoba pergi menyelamatkan diri, hingga pekan lalu sampai di Aceh setelah mengarungi laut lepas dengan kapal sederhana.
Sumber : Tarbiyah.net

Jurugambar Merakamkan Saat Saat Kematian Seseorang Anggota Bomba

Jurugambar Ini Merakamkan Saat-Saat Kematian Seorang Anggota Bomba Yang Terlibat Dalam Operasi Pembersihan Tumpahan Minyak.




Kerana mempunyai sifat ingin tahu, seorang jurugambar bebas mengambil gambar kerja-kerja pembersihan tumpahan minyak di laut oleh dua orang ahli bomba Dalian iaitu Zhang Liang dan XiaoXiong. 

Namun pengalaman itu menjadi suatu pengalaman yang tidak dapat dilupakan olehnya apabila gambar-gambar yang diambil olehnya merupakan detik-detik kematian salah seorang daripada bomba tersebut.

Jiang He memberitahu dia tidak menyangka salah seorang daripada mereka akan terkorban. Jiang He mengambil gambar detik-detik Zhang Liang terkorban semasa menjalankan kerja-kerja pembersihan tumpahan minyak di lautan.






























Followers